Kolam renang Olympic memang memiliki ukuran yang khusus dan spesifik, berbeda dengan jenis kolam renang lainnya, ada aspek desain yang berpengaruh, baik itu jalur, tali jalur perenang dan ukuran tempat start dimulai.
Nah jika Anda belum tahu apa saja aspek desain, ukuran yang berpengaruh terhadap perenang dan aksesoris yang ada di kolam renang olimpiade ini, simak informasinya sampai akhir ya!
Daftar Isi
1. Ukuran dan Desain Jalur
Untuk kompetisi umum, kolam renang Olympiade ini tidak ada jumlah minimum jalur. Jalur tengah harus selebar 2,5 meter, sedangkan jalur luar harus selebar 2,4 meter.
Baca Juga
Untuk pagelaran Olimpiade, ukuran kolam renang harus memiliki 8 jalur dengan lebar 2,50 meter dan ruang luar 2,50 meter. Dalam beberapa kasus luar biasa, kolam renang dapat memiliki 9 atau 10 jalur.
Di kolam renang permanen untuk Kejuaraan Dunia, harus ada 10 jalur, yang 8 di antaranya harus selebar 2,50 meter. Jalur luar (0 dan 9) harus selebar 2,40 meter dan memiliki ruang luar 0,10 meter. Di kolam renang sementara, 10 lajur harus selebar 2,50 meter dengan ruang luar 0,50 meter di lajur pertama dan terakhir.
2. Ukuran dan Desain Tali Jalur
Fungsi utama tali lajur adalah untuk memisahkan lajur para perenang, diikuti dengan pengurangan gelombang di kolam renang Olympic. Diameter tali lajur minimal 0,10 meter dan maksimal 0,15 meter.
Untuk Olimpiade dan Kejuaraan Dunia, diameternya harus selalu 0,15 meter. Tali lajur harus membentang di seluruh lintasan dan komponen untuk pengurangan gelombang (seperti pegas tegangan) tidak boleh berukuran lebih dari 200 mm di setiap ujung tali lajur.
Untuk warna tali lajur, warnanya harus didistribusikan berbeda-beda tergantung pada apakah kolam renang memiliki 8 jalur atau 10 jalur.

3. Desain Tempat Start
Nah, desain untuk start kolam renang Olympic mulai berenang harus didesain kokoh dan tidak kaku seperti pegas. Ketinggiannya harus antara 0,5 dan 0,75 meter di atas permukaan air, berukuran minimal 0,5 x 0,5 meter luas permukaannya, dan dilapisi bahan antiselip.
Untuk Olimpiade dan Kejuaraan Dunia, luas permukaannya harus 0,5 x 0,6 meter. Sudutnya harus kurang dari 10 derajat dan tidak boleh menonjol dari dinding kolam. Pegangan gaya punggung (samping dan depan) harus berada antara 0,3 dan 0,6 meter di atas permukaan air.
4. Aspek Kondisi Air Kolam Renang
Suhu air untuk kolam renang Olympic harus antara 25°C dan 28°C, dan harus menjaga level konstan selama kompetisi tanpa perubahan. Air tidak boleh memiliki arus atau turbulensi. Untuk menjaga level air, menjaga transparansi air, dan mempertimbangkan peraturan kesehatan yang berlaku di sebagian besar negara.
Saluran masuk dan keluar air harus diatur antara 220 hingga 250 m3/jam untuk kolam 50 meter. Selain itu, World Aquatics membatasi kadar garam air hingga kurang dari 3 gr/liter garam untuk kolam yang ingin mencatat Rekor Dunia dan Rekor Dunia Junior.
Baca Juga: “Apa itu Akuatik dan Jenis-Jenis Olahraga yang Diperlombakan“
5. Marka Jalur atau Garis Penanda
Garis penanda kolam renang Olympic harus selebar 0,2 hingga 0,3 meter dan ditempatkan di tengah setiap jalur dengan warna gelap yang kontras.
Di kolam dengan panjang 50 meter, garis penanda harus sepanjang 46 meter. Garis jalur harus berakhir 2 meter dari dinding dan memiliki garis melintang sepanjang 1 meter yang melintasinya dengan lebar yang sama dengan garis jalur. Tanda melintang juga harus ditempatkan pada jarak 15 meter dan di tengah kolam.
6. Sistem Pengelolaan Air Kolam
Bukan hanya luas dan ukurannya berbeda, kandungan air untuk kolam renang Olympic ini juga menggunakan kandungan garam. Karena kolam jenis ini dibuat bersih tanpa menggunakan produk klorin. Oleh sebab itu, kolam ini menggunakan produk klorinasi garam untuk menjamin kebersihan air.
Sistem yang efisien seperti ini diterapkan untuk semua jenis kolam renang umum atau disebut Freepool system, yakni solusi pengolahan air yang menawarkan kualitas udara dan air yang optimal serta menjamin kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna kolam renang. <DM>












