Dalam proses konstruksi kolam renang, setelah penggalian kolam renang, dan pembuatan bekisting akan dilakukan pembesian kolam renang guna mendapatkan struktur yang kokoh pada kolam renang.
Nah, jika Anda belum tahu bagaimana proses dalam pembesian ini, simak informasinya sampai akhir ya!
Daftar Isi
Apa Itu Pembesian Kolam Renang?
Pembesian kolam renang adalah sebuah proses pemasangan kerangka besi dalam pembuatan kolam renang dengan cara dibuat anyaman. Pembesian ini dilakukan di bagian dasar kolam renang dan juga dinding kolam renang.
Baca Juga
Tahapan ini tergolong wajib dilakukan karena untuk memperkokoh struktur kolam renang. Adapun dua jenis besi yang digunakan dalam proses pembesian adalah besi polos dan besi ulir bertekstur.
Proses pembesian kolam renang ini juga biasanya dikerjakan 1 minggu, termasuk mempersiapkan area kerja dan rangka bekistingnya.
Maka, semakin luas ukuran kolam renangnya, maka jumlah batangan besi yang dibutuhkan juga akan lebih banyak. Tentu jumlah tukang untuk melakukan pemasangan menyesuaikan kebutuhan konstruksi, pembesian ini dilakukan setelah proses bekisting bagian luar sudah dilakukan.
Apa Saja Tahapan Sederhana Pembesian Kolam Renang?
Dalam pembesian kolam renang, ada beberapa tahapan sederhana yang perlu dilakukan, tahapan ini penting karena menentukan kokohnya struktur kolam renang.
1. Menentukan Material Besi
Tahapan awal pembesian kolam renang adalah memilih jenis besi yang dibutuhkan dalam pembesian. Ada besi polos dan besi ulir dalam pembesian.
Besi Polos. Para pekerja pembuat kolam renang harus menyiapkan besi polos dengan tekstur permukaan yang halus. Besi ini mempunyai bentuk yang bulat, dan tersedia dalam diameter dan ukuran yang berbeda menyesuaikan dengan kebutuhan.
Ukuran tersebut yang nantinya akan menentukan ketahanan dan kekuatan tarik dari struktur rangka kolam renang. Cobalah untuk memilih besi yang bagus namun tidak terlalu berat, karena besi yang tidak tepat bisa membuat rangka konstruksinya lebih rentan rusak.
Jika Anda ingin membeli besi polos ini, harganya cukup terjangkau, dan keunggulan utamanya dapat memudahkan para pekerja untuk membuat pola pembesian tertentu, karena sifatnya lebih mudah dibengkokkan.
Besi Ulir. Kedua ada besi ulir, yang memiliki permukaan lebih kasar dan bertekstur. Besi ini mempunyai kekuatan yang lebih baik untuk menahan coran beton jika dibandingkan dengan besi polos.
Besi alur ini memiliki harga yang cukup tinggi nih, dan besi ini keras serta sulit dibengkokkan, tetapi untuk jangka panjang sagat bagus bisa memperkuat konstruksi kolam renang.

2. Lakukan Pemotongan dan Pembengkokan Besi
Besi yang sudah tersedia nantinya akan dipotong lalu dibengkokkan sesuai kebutuhan. Nah, pemotongan ini menggunakan mesin gerinda atau bisa gunakan gunting khusus beton.
Pada saat ingin melakukan pemotongan ini, siapkan balok kayu agar besi tidak rentan terkena oksidasi, karena kelembaban yang tinggi pada lantai serta tanah.
Jika diameternya besar, besi beton diameter 20 mm atau lebih sebaiknya gunakan mesin khusus untuk menghindari kesalahan yang tidak diinginkan.
3. Lakukan Pemasangan Besi Inti Kolam Renang
Nah, tahapan dalam melakukan pembesian kolam renang ini adalah pemasangan besi yang sudah sebelumnya dibengkokan dan dipotong sesuai ukuran yang pas.
Tentu ini adalah tahapan sulit yang akan dilakukan oleh para pekerja di bidang kolam renang, karena memerlukan ketelitian dan kesabaran dalam melakukannya.
Apalagi dalam pemasangannya tidak boleh terburu-buru, menganyam besi agar membentuk kerangka yang sesuai dengan bekisting sama sekali bukan persoalan yang bisa dianggap enteng lho.
Jika memang proses ini selesai, rangka kolam renang barulah bisa mulai dicor. Jika ternyata pembesian kolam renang kurang rapi atau ada yang terlewat risikonya nanti kualitas konstruksi kolam akan terganggu.
4. Proses Pembesian Kolam Renang Perlu Pertimbangan
Dalam melakukan pembesian kolam renang, Anda harus mengutamakan menggunakan besi kualitas SNI sehingga secara kualitas besi beton tidak perlu diragukan lagi.
Selain itu pembesian kolam renang juga bisa dilakukan secara zig-zag antara lapisan bawah dengan lapisan atas. Jangan lupa sudut bagian bawah sisi dinding jangan sampai ada sambungan.
Adapun membuat konstruksi pembesian harus dua lapis itu dengan jarak 15-20 cm tebal beton sekurang-kurangnya 15 cm, sehingga bisa meminimalisir kebocoran. <DM>












