Kenali 4 Jenis Sanitasi Kolam Renang Klorin & Non-Klorin!

Rendy Muthaqin

kolam renang klorin

Bagi Anda yang memiliki kolam renang pasti sudah tidak asing dengan kolam renang klorin, jenis kola mini tentunya sering ditemui di berbagai kolam mau itu hotel, kolam renang umum maupun kolam renang pribadi.

Nah, ternyata ada juga lho pemilik kolam yang tidak menggunakan klorin atau menggunakan bahan lain yang berfungsi sebagai klorinnya nih. Apa saja ya? Simak informasinya di bawah ini yuk!

1. Kolam Renang Air Asin

Sanitasi kolam renang klorin dan non-klorin pertama adalah kolam renang air asin, kola mini menggunakan garam sebagai alternatif kaporitnya nih. Meskipun masih menggunakan klorin dalam kadar tertentu, garam sebagai klorin ini diproduksi secara alami melalui proses yang disebut elektrolisis, yang mengubah garam menjadi klorin.

Hasilnya konsentrasi klorin di garam ini jauh lebih rendah, sehingga kolam renang air asin lebih lembut di kulit, rambut, dan mata Anda. Ditambah lagi, banyak orang lebih menyukai air asin yang terasa lebih lembut dibandingkan air yang mengandung klorin atau kaporit tradisional.

2. Kolam Renang Non-Klorin

Jika sebelumnya kolam renang klorin dari hasil garam, jenis sanitasi selanjutnya justru tidak menggunakan klorin sama sekali. Kolam renang alami tanpa klorin ini ramah lingkungan dan bebas bahan kimia, sehingga menawarkan pengalaman berenang yang sepenuhnya bebas dari klorin.

Kolam renang ini merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang menginginkan lingkungan berenang yang lebih alami, meskipun memerlukan sedikit lebih banyak perawatan dan ruang, karena tidak menggunakan bahan kimia, tentu akan lebih cepat kotor dan perlu perawatan ekstra.

3. Sanitasi Kolam Renang UV

Selanjutnya sama seperti kolam renang non-klorin, sanitasi kolam renang Ultra Violet (UV) adalah metode bebas klorin lainnya yang menggunakan sinar UV untuk membunuh bakteri dan virus.

Ini adalah sistem yang sangat efektif yang tidak bergantung pada bahan kimia apa pun, sehingga menjadikannya pilihan yang tepat bagi perenang yang peduli lingkungan. Namun kola mini harganya lebih mahal ketimbang kolam jenis lain lho, Anda harus bersiap merogoh kocek yang tidak sedikit jika menginginkan jenis kolam ini.

4. Kolam Renang Ozon

Ada jenis kolam renang klorin yang menggunakan gas ozon untuk membersihkan air, yakni kolam renang ozon. Gas ozon ini berfungsi untuk membersihkan air, yang memecah kontamin berbahaya tanpa meninggalkan residu kimia apa pun di dalamnya. Sistem ini efektif dan ramah lingkungan, meskipun sering kali bekerja paling baik jika dikombinasikan dengan metode sekunder seperti UV atau air garam.

Kenali 4 Jenis Sanitasi Kolam Renang Klorin & Non-Klorin!

Kolam Renang Non-Kaporit Ternyata Ramah Lingkungan

Selain manfaat kesehatan pribadi, kolam renang bebas bahan kimia juga lebih baik bagi lingkungan sekitar lho. Kolam renang klorin tradisional pada umumnya dapat melepaskan efek samping yang berbahaya ke udara dan air, yang berpotensi membahayakan satwa liar dan ekosistem perairan.

Sedangkan kolam renang ramah lingkungan, seperti kolam renang alami dan air asin, menggunakan lebih sedikit bahan kimia dan menghasilkan lebih sedikit limbah.

Bagi perenang yang peduli lingkungan, beralih ke sistem kolam renang bebas dari klorin adalah cara kecil namun berdampak untuk lingkungan Anda. Ditambah lagi, efek jangka panjang dari berenang di kolam renang bebas klorin cukup menjanjikan, karena berkurangnya paparan bahan kimia dapat menurunkan risiko masalah kulit dan pernapasan.

Selain itu, jenis kolam renang tanpa kaporit juga ramah di kulit Anda. Apalagi kandungan klorin dapat menghilangkan minyak alami kulit, yang menyebabkan kulit kering, gatal, dan bahkan ruam pada sebagian orang. Hal ini berlaku bagi individu dengan kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya seperti eksim atau psoriasis.

Efek Jangka Panjang Berenang di Kolam yang Non-Klorin

Apa sih sebetulnya efek jangka panjang kita tidak berenang di kolam renang klorin? Meskipun penelitian masih terus dilakukan, tanda-tanda awal menunjukkan adanya peningkatan kesehatan kulit, lebih sedikit masalah pernapasan, dan berkurangnya paparan efek samping berbahaya seperti kloramina, yang terbentuk saat klorin berinteraksi dengan keringat, urin, dan bahan organik lainnya.

Perenang yang menghabiskan banyak waktu di kolam renang, seperti atlet atau perenang biasa, mungkin akan mendapat manfaat khusus dengan beralih ke kolam renang yang bebas klorin.

Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat mengurangi kerusakan pada kulit dan rambut Anda, sekaligus meminimalkan risiko komplikasi pernapasan yang terkait dengan paparan klorin. <DM>

Popular Post

balancing tank

Wawasan

Balancing Tank [Pengertian, Ukuran, Fungsi & Jenisnya]

Struktur konstruksi kolam renang, bukan hanya berfokus pada kerangka kolam itu sendiri, ada komponen pendukung yang perlu jadi perhatian yakni ...

menjernihkan air kolam renang

Wawasan

6 Tahapan Menjernihkan Air Kolam Renang yang Bermasalah!

Pemilik kolam renang acapkali merasakan air kolamnya keruh bahkan berwarna. Maka tak heran, banyak yang kebingungan dalam penanganannya. Nah, untuk ...

kolam renang wisata

Wawasan

Kolam Renang Wisata: Investasi, Keuntungan, Kerugian, Bisnis

Kolam renang wisata semakin menjamur. Bukan hanya di dibangun di kota-kota besar. Kabupaten dan kota kecamatan pun tidak sedikit yang ...

kelistrikan kolam renang

Wawasan

Kelistrikan Kolam Renang & Komponen yang Membutuhkannya!

Dalam menjamin kolam renang tetap tersirkulasi dengan baik dan memiliki air yang jernih, tentu ada peran kelistrikan kolam renang melalui ...

kesadahan kalsium

Wawasan

Pengertian Kesadahan Kalsium Kolam Renang & Cara Mengelolanya!

Di dalam air kolam renang, terdapat beberapa zat kimia untuk membuat air jernih dan menjaga struktur bangunan kolam kokoh, salah ...

jenis batu alam untuk decking kolam renang

Wawasan

7 Jenis Batu Alam untuk Decking Kolam Renang, Bervariasi!

Ada banyak jenis material untuk decking kolam renang yang bisa digunakan, termasuk jenis batu alam untuk decking kolam renang yang ...

Leave a Comment