Ada banyak zat kimia yang bisa digunakan untuk kolam renang termasuk baking soda. Namun banyak yang salah kaprah mengenai kandungan soda kue ini, yang mengatakan bahwa bisa digunakan untuk air kolam renang dan pengganti klorin.
Nah, apakah baking soda ini punya pengaruh yang sama seperti klorin atau kaporit? Simak beberapa informasinya di bawah ini!
Daftar Isi
Apakah Benar Baking Soda bisa Mengganti Klorin Kolam Renang?
Banyak yang menganggap baking soda bisa menggantikan klorin, padahal itu tidak benar ya. Baking soda memiliki komposisi yang sangat mirip dengan soda ash. Soda ash digunakan untuk menaikkan pH di kolam renang.
Baca Juga
Soda ash sama sekali tidak berfungsi untuk mensterilkan air. Kolam renang tanpa pembersih tidak boleh digunakan karena tidak memiliki perlindungan terhadap bakteri dan virus. Maka dari itu, selalu uji air kolam renang Anda sebelum digunakan untuk memastikan kadar klorin yang tersisa idealnya 2-5 bagian per juta (PPM).
Apa Saja Pengganti Klorin atau Kaporit?
Nah, setelah Anda menemukan jawabannya bawah soda kue ini tidak bisa digunakan sebagai pengganti klorin atau kaporit di kolam renang, lalu apa saja kandungan zat kimia yang bisa digunakan sebagai klorinator?
1. Bromin
Bromin merupakan alternatif klorin yang lebih baik ketimbang menggunakan baking soda, tetapi dalam penggunaannya harus sangat terbatas ya. Hal tersebut karena bromin awalnya dibuat dan digunakan di kolam renang dalam ruangan seperti spa air panas.
Hal ini karena bromin tidak dapat distabilkan seperti klorin. Kita menstabilkan klorin dengan apa yang disebut Asam Sianurat. Disebut juga sebagai kondisioner atau penstabil.
Bromin sangat populer di kalangan pemilik spa. Bromin ini tidak mengeluarkan gas seperti klorin. Bromin juga berfungsi pada pH yang lebih tinggi. Namun, bromin tidak direkomendasikan untuk kolam renang luar ruangan. Bromin dapat sedikit lebih mahal daripada klorin dan itu satu-satunya kekurangan jika menggunakan kandungan bromin.

2. Ultraviolet (UV)
Bukan hanya bromin, Ultraviolet juga bisa menjadi pengganti kaporit alih-alih menggunakan baking soda. Anda dapat memasang sistem UV pada kolam renang atau spa Anda. Saat air melewati sistem penyaringan, air juga melewati sinar ultraviolet. Ultraviolet dapat menghancurkan kuman, mikroorganisme, bakteri, dan lumut.
Bukan hanya itu saja, sinar UV juga bisa mengurangi penggunaan klorin dengan cara penggunaan lampu UV dalam pipa karena lebih efisien dan ekonomis, bahkan sinar UV juga tidak menggunakan bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan.
Sinar UV juga memiliki beberapa kekurangan, yakni tidak mampu menghancurkan zat berbahaya di dalam air, dibutuhkan waktu yang lama untuk membunuh beberapa mikroorganisme dan alat ini terbilang lebih mahal ketimbang klorin pada umumnya.
3. Ozon
Menggunakan Ozon melalui ozonator bisa menggantikan klorin dari pada menggunakan baking soda. Ozonator adalah generator kolam renang atau spa yang mensterilkan air Anda dengan menghasilkan ozon di dalam air.
Berwujud gas berwarna biru, ozon terdiri dari tiga atom oksigen. Ozon bukanlah sesuatu yang Anda tambahkan ke air kolam renang Anda, tetapi ozon disalurkan ke sistem sirkulasi Anda.
Ozon dapat menjadi mesin pembunuh kuman! Rumor mengatakan bahwa ozon memiliki kemampuan untuk membunuh virus Covid-19 dan influenza. Ozon juga membunuh bakteri dan membantu memerangi lumut. Banyak pemilik kolam renang merasa sistem ini cukup bermanfaat.
Baca Juga: “Kenapa Keseimbangan Zat Kimia di Kolam Renang Itu Penting?“
4. Klorinator Garam
Meskipun mirip cara kerjanya dengan kaporit, sistem garam ini merupakan alternatif yang banyak digunakan untuk metode klorin tradisional ketimbang menggunakan baking soda. Garam kolam ini ditambahkan ke air dan sel garam serta papan sel garam dipasang.
Saat air disedot dari skimmer dan saluran pembuangan utama, air akan berhenti sejenak di alat klorinator garam Anda. Kemudian, melalui proses yang disebut elektrolisis, garam diubah menjadi klorin dalam bentuk alaminya.
Kolam garam memiliki banyak manfaat. Kolam ini terasa lebih nyaman di kulit. Kolam ini tidak memerlukan penambahan klorin setiap minggu. Beberapa kekurangannya adalah perawatannya tidak mudah karena Anda tetap perlu menyeimbangkan air kolam renang setiap minggu. Karena klorin yang dibuat sangat basa, artinya pH-nya tinggi, Anda perlu menambahkan asam satu hingga dua kali seminggu. <DM>












