Punya kolam renang tidak afdol jika tidak membuat taman belakang rumah agar lebih asri dan menarik. Nah, jika Anda ingin menambah landscape kolam renang lebih indah, kenapa tidak menghadirkan tanaman yang ramah dekat kolam renang?
Jika Anda belum tahu, inilah beberapa cara mudah membuat taman di belakang rumah sekitar kolam renang. Simak selengkapnya di bawah ini yuk!
Daftar Isi
1. Pilih Tanaman dengan Perawatan yang Mudah
Ketika ingin membuat taman belakang rumah sekitar kolam renang, Anda perlu memilih tanaman yang perawatannya mudah nih. Sehingga bukan hanya minim perawatan tetapi landscape nya harus mengikuti suasana hati Anda.
Baca Juga
Ketika punya tanaman yang perawatannya rumit, tentu akan banyak waktu yang dihabiskan mengurus taman ketimbang bersantai di kolam renang bukan?
Dengan pemilihan tanaman yang tepat, Anda dapat bersantai di kolam renang sambil menikmati pemandangan dari tanaman dan kebun belakang rumah Anda yang indah.
2. Hindari Akar Merambat ke Beton Kolam
Jika Anda punya pohon sekitar halaman belakang Anda lihat apakah akarnya punya sifat invasif atau tidak, karena jika sudah bertahun-tahun pohon dan tanaman dengan akar invasif dapat merusak struktur kolam renang, area sekitarnya dan sistem saluran airnya.
Ada banyak jenis pohon atau tanaman yang memiliki sifat akar yang tidak merambat ke sekitar area kolam renang yang akan menghancurkan struktur kolam.
Anda bisa memilih pohon ficus, pohon palem, pohon oak. Lakukan riset terlebih dahulu untuk menghindari lebih banyak masalah sekitar kolam renang. Anda bisa tanyakan kepada pembuatan kolam renang sehingga tahu langkah antisipasinya.

3. Hindari Menanam Tanaman Berduri
Ketika ingin menghadirkan landscape kolam renang yang asri, Anda perlu membuat taman belakang rumah dengan tidak menghadirkan bunga atau tanaman yang berduri nih, seperti bunga Mawar.
Memang indah dan punya warna yang pekat, namun tanaman ini patut dihindari di dekat kolam renang Anda nih, mengingat durinya akan berbahaya bagi para perenang,
Selain akan mendatangkan serangga yang bisa membuat kolam renang Anda kotor, tanaman berduri juga sangat rawan dekat dengan anak-anak, maka Anda perlu memilih tanaman yang aman seperti bunga bougenville dan kembang sepatu.
4. Cari Tanaman yang Pertumbuhannya Lambat
Ketika membuat taman halaman belakang, pastinya tidak banyak space yang tersedia, oleh karena itu pilih tanaman yang pertumbuhannya lambat bahkan ketika sudah tumbuh tidak terlalu tinggi, agar lebih mudah dalam hal perawatannya.
Tanaman yang masih pendek tingginya ketika tanaman itu dewasa lebih mudah dirawat dari pada yang memiliki ukuran tinggi. Maka penting untuk riset terlebih dahulu mana tanaman yang punya ukuran yang tidak terlalu tinggi.
Baca Juga: “Pilih Rumput Sintetis atau Rumput Asli untuk Kolam Renang?“
Apakah Air Kolam Mengandung Klorin Bisa Mematikan Rumput?
Ketika Anda ingin membuat taman belakang rumah, tidak lengkap jika tidak menanami rumput kan? Nah, masalahnya air klorin jika terkena rumput lama kelamaan akan membunuh dan mematikan rumput itu sendiri lho.
Apalagi jika kadar klorin Anda tidak dijaga dengan takaran stabil, akan berakibat pada kualitas rumput. Maka dari itu banyak pemilik kolam renang yang menggunakan rumput sintetis agar bisa lebih ramah terhadap cipratan air klorin.
Untuk Anda ketahui juga, kadar klorin di atas sepuluh ppm dapat menyebabkan iritasi kulit. Meskipun demikian, di takaran tadi tentu tidak akan merusak atau membunuh rumput Anda. Semakin sedikit air klorin yang diencerkan, semakin besar kemungkinannya untuk mengiritasi atau menyebabkan kerusakan.
Apakah Berlaku Pada Klorin Air Asin?
Nah, ternyata saat membuat taman halaman belakang ini juga berpengaruh jika Anda menggunakan klorin air asin nih. Apalagi air asin dapat merusak tanaman, terutama jika airnya banyak atau jika kandungan garamnya tinggi. Kadar garam di kolam air asin harus cukup rendah sehingga tidak merusak rumput atau landscape taman Anda saat terjadi tumpahan atau cipratan air.
Banyak yang menganggap bahwa air garam tidak mengandung klorin, padahal itu tidak benar. Garam di kolam berubah menjadi klorin melalui elektrolisis, oleh karena itu, kolam Anda akan memiliki kadar klorin yang sama dengan kolam klorin biasa. <DM>












