Ketika berbicara soal kolam renang, tentu selain sejarah yang diulik ada juga mitos di kolam renang yang berseliweran sering kita dengan, bahkan di antara mitos tersebut tidak benar semua dan hanya kekhawatiran orang saja.
Maka dari itu untuk meluruskan ketidakjelasan dari sebuah informasi mengenai kolam renang, berikut ini beberapa mitos mengenai kolam renang!
Daftar Isi
1. Air Menjadi Biru Jika Buang Air Kecil di Kolam
Banyak yang menganggap bahwa dengan buang air kecil di kolam renang akan menimbulkan reaksi yang bisa mengubah air menjadi lebih biru cerah dan jernih. Karena belum ada penelitian ilmiah mengenai hal tersebut dan tidak terbukti maka pernyataan tersebut hanya mitos saja ya.
Baca Juga
Bahkan seperti yang Anda tahu tidak ada bahan kimia yang keluar dari urine kita yang mampu mengubah air kolam renang menjadi biru. Jika ingin membersihkan kolam renang atau pun menjernihkan, biasanya pemilik kolam akan menggunakan bahan kimia seperti klorin yang bisa menjernihkan.
2. Klorin Bisa Membuat Mata Terbakar
Selanjutnya mitos di kolam renang yang kedua adalah menganggap bahwa klorin yang punya andil besar dalam hal menjernihkan kolam renang dianggap membuat mata manusia terbakar ketika sedang berenang.
Nah, demi menjawab hal tersebut, sebetulnya klorin tidak ada hubungannya sama sekali dengan mata terbakar jika sedang berenang. Malahan, penyebab mata kita bisa terbakar bukan karena klorin, melainkan karena tingkat pH itu sendiri.
Tingkat pH mata berkisar di angka 7,5, sehingga ketika Anda berenang, pH kolam yang lebih tinggi ketika bertemu pH alami mata kita, tentunya akan menyebabkan iritasi bahkan meradang. Jadi ketika Anda sudah berenang dan mengalami mata merah, gatal, mungkin karena pH nya lebih dari 7,5 saat Anda berenang.
Baca Juga: “4 Desain Kolam Renang Mewah, Sudah Mulai Sustainable!“

3. Air Kolam Bau Kaporit = Klorin yang Terlalu Banyak
Nah, mitos lainnya yang mungkin banyak dipercaya oleh orang-orang adalah ketika kita mencium aroma kolam renang yang berbau kaporit menyengat, itu berarti kandungan klorin di kolam renang terlalu banyak. Hmm apakah betul mitos di kolam renang itu demikian?
Penjelasan nya mungkin akan disederhanakan, ketika mencampurkan klorin ke dalam kolam renang, ada free chlorine yang memang fungsinya membunuh pathogen atau parasit yang ada di dalam air kolam renang.
Setelah membunuh parasit tersebut, klorin yang tadi sudah bertugas membunuh parasit secara fungsi sudah tidak aktif lagi dan tandanya mengeluarkan aroma khas kaporit di kolam renang. Maka dapat disimpulkan bahwa jika sudah mencium aroma khas kolam renang, tandanya klorin sudah menyelesaikan tugasnya untuk membuhun parasit.
4. Klorin Bisa Mengubah Warna Rambut
Ada lagi nih yang beranggapan bahwa klorin di kolam renang ini bisa membuat rambut Anda berubah warna, bahkan menjadi hijau. Apakah Anda percaya mitos di kolam renang tersebut?
Tentunya mitos ini sudah lama ada dan berseliweran, faktanya memang klorin ini tidak dapat membuat rambut Anda menjadi berubah warna bahkan menjadi hijau lho. Hal satu-satunya yang membuat rambut menjadi hijau adalah pengaruh endapan tembaga di kolam renang.
Terkadang ada yang melihat rambut menjadi lebih hijau karena endapan tembaga ini menempel di folikel rambut, apalagi jika Anda berambut pirang maka sering dijumpai hal seperti ini. Ketika sisa-sisa tembaga ini menempel di rambut tentu akan membuat rambut Anda lebih cerah. Dapat disimpulkan bahwa ternyata bukan klorin yang menyebabkan rambut berubah warna, namun endapan tembaga di kolam renang.
Apakah Air Kolam Penuh Penyakit dan Membuat Tubuh Kita Sakit?
Nah, pertanyaan di atas mungkin relate dengan Anda yang masih khawatir terhadap kolam renang umum. Menjawab pertanyaan tersebut tentu jawabannya ya. Setiap perairan baik kolam renang umum, bak mandi, pemandian air panas, sungai, laut pasti ada parasit yang buat tubuh kita terkena penyakit.
Jangankan di air, jika Anda memiliki hewan peliharaan dan mereka buang kotoran sembarangan di tempat basah pun tentu akan mendatangkan penyakit lho. Jika sudah demikian, alangkah baiknya Anda terus membersihkan diri setelah berenang di rumah maupun di kolam renang umum, sebagai langkah preventif terkena penyakit.
Terkait mitos di kolam renang ini tentu tidak benar ya. Ketika hendak berenang pun lihat kondisi tubuh, jika sedang prima maka tidak ada salahnya untuk berenang untuk memperkuat otot. Namun jika tubuh sedang drop akan lebih baik istirahat di rumah ya! <DM>
















