{"id":1080,"date":"2024-07-21T10:31:59","date_gmt":"2024-07-21T10:31:59","guid":{"rendered":"https:\/\/kontraktor.work\/media\/?p=1080"},"modified":"2024-12-03T05:42:13","modified_gmt":"2024-12-03T05:42:13","slug":"bagaimana-kondisi-kolam-renang-setelah-hujan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/bagaimana-kondisi-kolam-renang-setelah-hujan\/","title":{"rendered":"Insightful! Gimana Kondisi Kolam Renang Setelah Hujan Deras?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin Anda yang memiliki kolam renang pernah merasakan saat-saat kondisi kolam renang setelah hujan kok menjadi lebih keruh dan kotor, padahal sebelumnya sudah dibersihkan. Lalu muncul pertanyaan di benak apakah hujan deras ini berpengaruh pada kolam renang kita ya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, demi menjawab pertanyaan di atas, berikut ini ada beberapa penjelasan yang mungkin Anda belum tahu lho, jadi simak beberapa informasinya di bawah ini ya!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_84 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title ez-toc-toggle\" style=\"cursor:pointer\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/bagaimana-kondisi-kolam-renang-setelah-hujan\/#1_Air_Hujan_Tidak_Semuanya_Murni\" >1. Air Hujan Tidak Semuanya Murni<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/bagaimana-kondisi-kolam-renang-setelah-hujan\/#2_Imbasnya_Kolam_Berwarna_Hijau\" >2. Imbasnya Kolam Berwarna Hijau<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/bagaimana-kondisi-kolam-renang-setelah-hujan\/#3_Air_Hujan_Bisa_Memengaruhi_pH_Kolam_Renang\" >3. Air Hujan Bisa Memengaruhi pH Kolam Renang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/bagaimana-kondisi-kolam-renang-setelah-hujan\/#4_Pencegahan_ketika_Hujan_Turun\" >4. Pencegahan ketika Hujan Turun<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Air_Hujan_Tidak_Semuanya_Murni\"><\/span>1. Air Hujan Tidak Semuanya Murni<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mendengar kalimat \u201ctidak semuanya murni\u201d maksudnya bagaimana ya? Nah, sini-sini kita urai terlebih dahulu. Dengan adanya hujan deras tentu akan berpengaruh ke kolam renang kita, karena tetesan air hujan itu tidak sepenuhnya ada zat air saja, tetapi ada zat lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sederhananya, terjadinya hujan karena adanya uap yang menguap kea wan, nah proses penguapannya itu pastinya ada beberapa zat yang ikut terangkat, tidak <em>pure <\/em>air dari laut atau sungai. Ketika uap berada di atmosfer, akan ada debu, asap, polutan industri, nitrogen dioksida, sulfur dioksida bahkan bahan organik lainnya di udara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, ketika bahan organik yang bercampur menjadi uap ini akan menghasilkan curah hujan, yang isinya sudah tercampur antara air dan zat organik yang sudah disebutkan di atas. Ketika air hujan tadi jatuh ke kolam renang kita, tentu akan mengurangi keefektifan bahan kimia pembersih kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin banyak zat kontaminasi di dalam air hujan, maka akan semakin tinggi penggunaan klorinnya, bahkan harus menambahkan zat lainnya untuk membuat kolam menjadi normal seperti sedia kala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belum lagi pengaruh dari sekitar, ketika hujan yang disertai angin mungkin akan menghempaskan dedaunan, tanah dan kotoran lainnya masuk bercampur ke kolam renang kita.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Untitleddesign98-ezgif.com-png-to-webp-converter-1024x576.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1082\" srcset=\"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Untitleddesign98-ezgif.com-png-to-webp-converter-1024x576.webp 1024w, https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Untitleddesign98-ezgif.com-png-to-webp-converter-300x169.webp 300w, https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Untitleddesign98-ezgif.com-png-to-webp-converter-768x432.webp 768w, https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/Untitleddesign98-ezgif.com-png-to-webp-converter.webp 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Imbasnya_Kolam_Berwarna_Hijau\"><\/span>2. Imbasnya Kolam Berwarna Hijau<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, imbas dari penumpukkan kotoran yang bercampur dengan zat kimia kita di kolam renang, akan membuat kolam renang setelah hujan berwarna hijau. Warna hijau ini juga dibarengi dengan pertumbuhan alga atau lumut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan adanya hujan deras akan mengencerkan atau melemahkan tingkat pembersih kolam renang dengan cepat, maka tak heran nantinya air akan begitu keruh. Belum lagi pengaruh dari sampah dedaunan, tanah, debu, dan efek lingkungan lain yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Air_Hujan_Bisa_Memengaruhi_pH_Kolam_Renang\"><\/span>3. Air Hujan Bisa Memengaruhi pH Kolam Renang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kolam renang setelah hujan ini tentunya akan mengacaukan tingkat pH kolam renang kita nih. Apalagi pH adalah kunci dari setiap kolam renang untuk mencegah terjadinya kerak atau korosi. Apalagi pH air hujan ini berbeda-beda tergantung geografisnya. Sebagian besar air hujan memiliki pH yang rendah, ketika masuk ke dalam kolam dapat menimbulkan reaksi, yakni penurunan total alkalinitas maupun pH nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tingkat keasaman yang rendah, air menjadi lebih korotif terhadap semua logam. Bahkan, di beberapa tempat hujan juga bisa bersifat basa, yang menyebabkan terbentuknya kalsium. Namun kebanyakan kasus air hujan bisa membuat pH naik dan perlu diantisipasi pemilik kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Baca Juga: &#8220;<a href=\"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/apa-saja-kelebihan-kolam-renang-air-asin\/\" data-type=\"post\" data-id=\"932\">Kekurangan dan Kelebihan Kolam Renang Air Asin yang Perlu Anda Tahu!<\/a>&#8220;<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pencegahan_ketika_Hujan_Turun\"><\/span>4. Pencegahan ketika Hujan Turun<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, ketika Anda dilanda kolam renang setelah hujan deras ini maka perlu mengantisipasinya dengan benar, lho, sehingga kita bisa mengontrol tidak terjadinya kerusakan yang parah dan mengembalikannya dalam keadaan semula.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tambahkan klorin hingga bahan zat kimia seperti algasida untuk mencegah bertambahnya kadar nitrat tinggi yang bisa masuk ke kolam renang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, itu tadi beberapa informasi mengenai kondisi kolam renang setelah hujan ini, semoga bisa menjadi informasi yang membantu Anda dalam hal penanganannya ya! &lt;DM><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin Anda yang memiliki kolam renang pernah merasakan saat-saat kondisi kolam renang setelah hujan kok<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1081,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[239],"class_list":["post-1080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kb","tag-perawatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1080"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1080\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dimulti.co.id\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}